Cristiano Ronaldo Pastikan Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen Terakhir, Ungkap Rencana Pensiun 1-2 Tahun Lagi!

Spekulasi mengenai masa depan megabintang sepak bola, Cristiano Ronaldo, akhirnya terjawab. Pemain berusia 40 tahun ini secara definitif mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen internasional terakhir dalam kariernya.

Kepastian ini disampaikannya saat berbicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pariwisata di Riyadh, Arab Saudi, Selasa (11/11/2025). Pengumuman ini tidak hanya menetapkan Piala Dunia sebagai panggung perpisahannya, tetapi juga memberikan garis waktu yang lebih spesifik kapan ia akan gantung sepatu sepenuhnya dari sepak bola profesional, yakni dalam “satu atau dua tahun lagi”.

Pernyataan Definitif: “Tentu Saja, Ya”

Dalam sebuah sesi tanya jawab di KTT Riyadh, Ronaldo dihubungi melalui tautan video oleh pembawa acara CNN, Becky Anderson. Ketika ditanya secara spesifik apakah Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan menjadi panggung pemungkasnya, Ronaldo menjawab tanpa ragu.

“Tentu saja, ya,” tegas Ronaldo.

“Saya akan berusia 41 tahun dan saya pikir itu akan menjadi momennya,” ujarnya, memberikan alasan logis di balik keputusannya.

Dengan konfirmasi ini lebih dari setahun sebelum acara, Ronaldo secara efektif telah menetapkan musim 2025-2026 dan Piala Dunia 2026 sebagai “tur perpisahan” globalnya. Langkah ini juga mengakhiri spekulasi media yang berpotensi mengganggu, memungkinkannya mengendalikan narasi menjelang akhir kariernya.

Mengklarifikasi Isu Pensiun: “Satu atau Dua Tahun Lagi”

Pernyataan di Riyadh ini sekaligus meluruskan komentarnya beberapa minggu sebelumnya yang memicu banyak diskusi. Dalam wawancara emosional dengan Piers Morgan pada awal November 2025, Ronaldo menggunakan istilah “segera” untuk menggambarkan rencananya gantung sepatu.

“Akan berat… Mungkin [saya] akan menangis, ya… Saya orang yang terbuka,” katanya saat itu.

Kata “segera” yang multi-interpretasi itu kini diberi definisi yang jelas. “Secara jujur… Yang saya maksud dengan segera mungkin adalah satu atau dua tahun lagi,” tegas Ronaldo di Riyadh.

Ini menunjukkan strategi komunikasi yang cermat: wawancara dengan Morgan digunakan untuk membagikan sisi personal dan emosional dari keputusan tersebut, sementara pernyataan di KTT Riyadh bersifat faktual dan logistik, memberikan kepastian kepada dunia sepak bola.

Performa Menolak Usia: Produktivitas di Usia 40

Satu hal penting dari pengumuman ini adalah fakta bahwa Cristiano Ronaldo tidak berencana pensiun karena performanya menurun. Sebaliknya, ia menetapkan garis akhir saat masih berada di level permainan yang sangat tinggi.

Di usianya yang ke-40, ia tetap produktif luar biasa. Bersama klubnya, Al-Nassr, di Liga Arab Saudi musim 2025/2026, ia telah mencatatkan statistik impresif, termasuk mencetak 10 gol dalam 11 pertandingan. Perannya di tim nasional Portugal juga masih sangat vital, dengan sumbangan 5 gol dalam 4 pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026, menambah total rekor gol internasionalnya menjadi 143 gol.

“Saya merasa sangat baik saat ini. Saya mencetak gol, saya masih merasa cepat dan tajam, saya menikmati permainan saya,” kata Ronaldo.

Rencana pensiun 1-2 tahun ini muncul meskipun ia baru saja menandatangani perpanjangan kontrak dengan Al-Nassr hingga 2027 pada Juni 2025. Kontrak ini tampaknya berfungsi sebagai jaminan, memberinya fleksibilitas satu musim ekstra (2026/2027) seandainya ia membutuhkan lebih banyak waktu setelah Piala Dunia 2026.

Satu Misi Terakhir: Ambisi Menuju 1.000 Gol

Selain memimpin Portugal di Piala Dunia 2026, ada satu target pribadi utama yang diyakini menjadi fokus Ronaldo sebelum gantung sepatu: mencapai tonggak sejarah 1.000 gol karier resmi.

Per November 2025, Ronaldo telah mengoleksi total sekitar 950 hingga 953 gol untuk klub dan negara sepanjang karier profesionalnya. Ini berarti ia hanya membutuhkan kurang dari 50 gol lagi untuk mencapai angka magis tersebut.

Analisis performa menunjukkan, dengan tingkat produktivitasnya saat ini, target 1.000 gol sangat mungkin tercapai sekitar waktu Piala Dunia 2026. Mencapai dua target—1.000 gol dan turnamen terakhir—secara bersamaan dipandang sebagai skenario penutup karier yang ideal.

Fokus pada 1.000 gol ini juga signifikan bagi warisannya. Setelah rivalnya, Lionel Messi, memenangkan Piala Dunia, Ronaldo tampaknya ingin memastikan warisannya juga ditentukan oleh statistik individu yang obyektif dan tak terbantahkan—sebuah rekor yang sepenuhnya berada dalam kendalinya.

Pernyataan Cristiano Ronaldo di Riyadh telah memberikan kejelasan yang ditunggu-tunggu. Dunia sepak bola kini memiliki garis waktu yang pasti untuk akhir dari sebuah era pemain legendaris.

Fokus publik kini akan beralih ke dua narasi utama di tahun mendatang: perhitungan mundur menuju pencapaian 1.000 gol, dan panggung perpisahan akbar di Piala Dunia 2026. Era dominasi Cristiano Ronaldo di panggung internasional secara resmi akan berakhir di Amerika Utara, dan para penggemar kini menghitung mundur setiap penampilan terakhirnya.

Keputusan BI Beda dengan The Fed: IHSG Terkoreksi, Rupiah Justru Semakin PerkasaBeritaFinansial

Keputusan BI Beda dengan The Fed: IHSG Terkoreksi, Rupiah Justru Semakin Perkasa

Muhamad JuwandiDecember 18, 2025
Preview Timnas U-23 Indonesia vs India: Uji Coba Krusial Jelang SEA Games 2025BeritaOlahraga

Preview Timnas U-23 Indonesia vs India: Uji Coba Krusial Jelang SEA Games 2025

Keunal AdminOctober 10, 2025
Sebelum Film Mulai, Bioskop Putar Video Presiden Prabowo! Ini PenjelasannyaBerita

Sebelum Film Mulai, Bioskop Putar Video Presiden Prabowo! Ini Penjelasannya

Keunal AdminSeptember 24, 2025