
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan kinerja positif pada pembukaan perdagangan Selasa (9/12/2025). Indeks komposit dibuka di zona hijau pada level 8.743,20, melanjutkan momentum penguatan dari penutupan hari sebelumnya yang mencetak rekor baru. Pergerakan pasar pagi ini diwarnai oleh aksi beli selektif pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), khususnya yang tergabung dalam indeks LQ45, di tengah sikap wait and see investor global menanti kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Hingga pukul 09.21 WIB, IHSG tercatat menguat 0,18 persen ke posisi 8.726,40 dengan nilai transaksi mencapai Rp3,89 triliun. Meskipun pergerakan indeks sempat berfluktuasi, dominasi saham-saham unggulan di sektor teknologi dan telekomunikasi mampu menjaga IHSG tetap berada di teritori positif.
Dominasi Tiga Emiten LQ45
Sorotan utama pasar pagi ini tertuju pada tiga emiten konstituen LQ45 yang mencatatkan kenaikan signifikan, yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Ketiganya menjadi penopang utama (market movers) indeks di sesi pertama.
1. GOTO: Sentimen Konsolidasi Industri
Saham GOTO menjadi bintang pada sesi pagi dengan lonjakan harga mencapai 9,38 persen ke level Rp70 per saham.4 Kenaikan ini didorong oleh kembalinya isu pasar mengenai potensi merger dengan Grab yang dikabarkan akan dimediasi oleh lembaga investasi Danantara. Investor merespons positif wacana ini karena dianggap dapat memperbaiki profitabilitas perusahaan melalui efisiensi beban operasional, sebuah narasi yang sebenarnya sudah beredar sejak 2020 namun kini mendapatkan momentum baru.
2. EXCL: Optimisme Merger dan Divestasi Aset
Di sektor telekomunikasi, saham EXCL terpantau menguat 3,12 persen ke level Rp3.300 per saham. Sentimen positif bagi EXCL datang dari dua arah: progres rencana merger dengan Smartfren (FREN) dan aksi korporasi divestasi saham di PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA). Analis menilai langkah divestasi ini strategis untuk memperkuat arus kas perseroan menjelang pembayaran dividen, meskipun secara pembukuan akuntansi EXCL sempat mencatatkan kerugian akibat biaya integrasi jaringan.
3. BUMI: Arus Masuk Dana Asing
Sementara itu, emiten pertambangan Grup Bakrie dan Salim, BUMI, naik 5,88 persen ke level Rp252 per saham. Kenaikan ini sejalan dengan tingginya minat investor asing yang mencatatkan pembelian bersih (net buy) konsisten pada saham ini. Valuasi BUMI yang dianggap masih menarik dibandingkan harga komoditas batubara global menjadi alasan utama akumulasi beli oleh pelaku pasar.
Antisipasi Kebijakan The Fed dan Outlook Pasar
Penguatan IHSG pagi ini terjadi di tengah sentimen global yang cukup berhati-hati. Pelaku pasar sedang menantikan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Bank Sentral AS (The Fed) yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Pasar memprediksi peluang sebesar 88 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Jika terealisasi, hal ini akan menjadi katalis positif bagi pasar negara berkembang seperti Indonesia karena dapat memicu aliran modal masuk lebih deras.
Dari sisi domestik, fundamental ekonomi juga memberikan dukungan. Nilai tukar Rupiah pagi ini terpantau stabil menguat tipis 0,01 persen ke level Rp16.694 per Dolar AS, didukung oleh data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang berada di level optimis 121,2.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek. “Meskipun tren utama positif, IHSG berpotensi mengalami koreksi wajar hari ini dengan level support di rentang 8.650-8.690 dan resisten di 8.730-8.750,” ungkapnya dalam riset harian.
Prospek ke Depan
Pergerakan IHSG pada sesi kedua nanti kemungkinan masih akan dipengaruhi oleh stabilitas harga saham-saham big caps tersebut. Jika GOTO, EXCL, dan BUMI mampu mempertahankan penguatannya, peluang IHSG untuk menutup hari di zona hijau dan mencetak rekor penutupan baru sangat terbuka lebar. Investor disarankan untuk memperhatikan level teknikal dan realisasi kebijakan The Fed yang akan menjadi penentu arah pasar di sisa pekan ini.


