
BOGOR – OpenAI resmi merilis ChatGPT-5.2 pada 11 Desember 2025. Pembaruan ini menghadirkan peningkatan signifikan dalam hal kecepatan, ketepatan jawaban, serta kemampuan memahami konteks panjang. Peluncuran ini menjadi perhatian besar karena bersamaan dengan meningkatnya persaingan antara OpenAI dan Google, yang baru saja memperkenalkan Gemini 3.
GPT-5.2 kini sudah tersedia untuk pengguna berbayar ChatGPT, termasuk paket Plus, Pro, Business, dan Enterprise. OpenAI juga memastikan model ini akan diintegrasikan ke API untuk kebutuhan pengembang dan perusahaan.
Peluncuran dan Akses untuk Pengguna
Menurut laporan dari Reuters, GPT-5.2 dirilis secara bertahap mulai pertengahan Desember 2025. OpenAI menegaskan bahwa model-model sebelumnya seperti GPT-5.1 dan GPT-4.1 masih tetap bisa digunakan, namun pengembangan utama kini berfokus pada GPT-5.2.
Untuk pengguna umum, tidak ada perubahan biaya langganan. Pengguna ChatGPT Plus tetap bisa mengakses model baru ini tanpa tambahan biaya. Sedangkan untuk penggunaan melalui API, tarif dihitung berdasarkan jumlah token yang digunakan:
- GPT-5.2 Chat Model
- Input: $1,75 per 1 juta token
- Output: $14 per 1 juta token
- Input: $1,75 per 1 juta token
- GPT-5.2 Pro Model
- Input: $21 per 1 juta token
- Output: $168 per 1 juta token
- Termasuk sistem cache dengan potongan biaya hingga 90%.
- Input: $21 per 1 juta token
Pengguna bisa mengakses GPT-5.2 dengan memperbarui versi ChatGPT atau melalui dashboard API di situs resmi OpenAI.
Peningkatan Performa dan Kemampuan Baru
GPT-5.2 membawa beberapa pembaruan penting dibanding versi sebelumnya. Berdasarkan data dari OpenAI, model ini menampilkan hasil lebih baik pada sejumlah uji kemampuan (benchmark) profesional, termasuk pada penalaran kompleks, analisis logika, dan penyusunan teks teknis.
Beberapa peningkatan utama yang diperkenalkan antara lain:
- Pemahaman konteks yang lebih panjang, membuat percakapan atau dokumen besar lebih mudah dipahami tanpa kehilangan konsistensi.
- Respons yang lebih cepat, dengan waktu pemrosesan yang lebih singkat dibanding GPT-5.1.
- Akurasi lebih tinggi, terutama dalam tugas teknis seperti pembuatan kode, perhitungan, dan analisis data.
- Penurunan tingkat kesalahan, atau yang sering disebut “halusinasi AI”, di mana sistem memberikan informasi yang tidak akurat.
Peningkatan ini membuat GPT-5.2 dinilai lebih stabil untuk penggunaan profesional, terutama di bidang pendidikan, bisnis, dan riset.
GPT-5.2 vs Google Gemini 3
Komparasi antara GPT-5.2 dan Google Gemini 3 menjadi topik hangat di kalangan pengguna AI. Berdasarkan laporan dari TechCrunch dan Macaron.im, kedua model ini kini saling mendekati dari sisi performa.
| Aspek | GPT-5.2 | Google Gemini 3 |
| Penalaran logis | Akurat dan stabil | Sedikit lebih unggul di beberapa tes |
| Kecepatan respons | Lebih cepat dari versi sebelumnya | Cenderung stabil |
| Kemampuan multimodal | Ada, tapi masih terbatas | Lebih luas (teks, gambar, audio) |
| Konteks panjang | Meningkat signifikan | Masih lebih besar dari GPT-5.2 |
| Fokus utama | Produktivitas dan profesionalitas | Eksperimen multimodal dan integrasi data |
Secara umum, GPT-5.2 menonjol dalam hal kecepatan dan keandalan untuk kebutuhan kerja dan produktivitas. Sementara Gemini 3 lebih difokuskan untuk eksplorasi lintas media seperti gambar dan audio.
Dampak bagi Pengguna dan Dunia Kerja
Peluncuran GPT-5.2 berdampak langsung pada cara individu dan organisasi memanfaatkan AI. Pengguna profesional di bidang penulisan, analisis data, serta pengembangan perangkat lunak akan merasakan manfaat terbesar dari peningkatan ini.
Menurut Business Insider, performa GPT-5.2 yang lebih cepat dan akurat membuatnya cocok digunakan untuk mendukung pekerjaan produktif sehari-hari, seperti:
- Membuat laporan dan dokumen profesional.
- Menyusun kode program atau skrip otomatisasi.
- Membantu analisis bisnis dan data.
- Mendukung ide kreatif untuk desain dan pemasaran digital.
Bagi perusahaan, pembaruan ini juga memperkuat efisiensi kerja karena model terbaru lebih stabil dan lebih mudah diintegrasikan ke sistem kerja internal.
Pandangan ke Depan
Peluncuran GPT-5.2 menunjukkan bahwa persaingan AI kini bergerak pada tahap efisiensi dan keandalan, bukan sekadar kecanggihan fitur. Dengan pembaruan ini, OpenAI tampak berfokus pada peningkatan kualitas hasil dan kecepatan akses, yang menjadi faktor penting bagi pengguna profesional.
Meski Google Gemini 3 masih unggul dalam konteks multimodal dan pemrosesan data besar, GPT-5.2 menawarkan keseimbangan antara performa dan kemudahan penggunaan. Kombinasi ini menjadikannya pilihan utama untuk kebutuhan produktivitas dan riset berbasis teks.


