
Bogor – Persaingan perebutan gelar juara kompetisi Super League (Liga 1) musim 2025/2026 semakin memanas memasuki akhir Desember. Persib Bandung kini berada dalam posisi strategis untuk mengambil alih puncak klasemen dari Borneo FC. Kemenangan meyakinkan 2-0 atas Bhayangkara FC pada Minggu (21/12) lalu telah memangkas jarak poin menjadi sangat tipis, membuka peluang “kudeta” posisi teratas sebelum pergantian tahun.
Saat ini, Persib Bandung menempati peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi 31 poin dari 14 pertandingan. Tim berjuluk Maung Bandung ini hanya terpaut tiga angka dari pemuncak klasemen, Borneo FC, yang mengoleksi 34 poin. Dengan keunggulan head-to-head yang dimiliki Persib, satu kemenangan di laga berikutnya—disertai hasil minor dari pesaingnya—dapat mengubah peta kekuatan di papan atas liga.
Skenario Kudeta: Matematika Poin dan Keunggulan Head-to-Head
Peluang Persib untuk naik ke peringkat pertama bukan sekadar hitungan matematis, melainkan skenario nyata yang bisa terjadi pada pekan pertandingan mendatang. Persib memiliki keunggulan krusial berupa rekor pertemuan (head-to-head) atas Borneo FC. Hal ini dipastikan setelah Persib sukses menundukkan Borneo FC dengan skor 3-1 dalam laga tunda yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada awal Desember 2025.
Jika Persib berhasil menang pada laga selanjutnya melawan PSM Makassar, Sabtu (27/12), poin mereka akan menyamai perolehan Borneo FC (34 poin), dengan asumsi Borneo FC kalah dalam pertandingan mereka. Sesuai regulasi Liga 1, jika dua tim memiliki poin sama, posisi ditentukan oleh rekor pertemuan kedua tim. Situasi ini menempatkan Borneo FC dalam tekanan besar untuk tidak tergelincir di sisa laga putaran ini.
Momentum Positif: Peran Vital Ramon Tanque dan Lini Belakang
Tren positif Persib tidak lepas dari performa solid di kedua sisi lapangan. Di lini depan, striker asing Ramon Tanque menjadi sorotan setelah mencetak dua gol (brace) penentu kemenangan saat melawan Bhayangkara FC. Ketajamannya menjadi solusi di tengah absennya beberapa pilar utama akibat cedera dan akumulasi kartu.
Sementara di lini pertahanan, Persib mencatatkan statistik impresif. Hingga pekan ke-14, Persib baru kebobolan 10 gol, jumlah yang sama dengan Borneo FC. Kapten sementara, Federico Barba, dinilai berhasil memimpin lini belakang dengan disiplin tinggi, menjadikan pertahanan Persib salah satu yang terkuat di liga musim ini. Stabilitas ini menjadi modal penting menghadapi jadwal padat di akhir tahun.
Pandangan Pelatih: Bojan Hodak dan Persaingan Papan Atas
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyambut situasi ini dengan optimisme namun tetap waspada. Ia menilai bahwa kompetisi musim ini sangat ketat, terutama dengan bangkitnya tim-tim papan atas lainnya seperti Persija Jakarta yang kini menguntit di posisi ketiga dengan 29 poin.
Dalam keterangannya pasca pertandingan melawan Bhayangkara FC, Hodak menegaskan bahwa fokus timnya adalah konsistensi, bukan sekadar melihat hasil tim lain.
“Ini menjadi liga yang menarik hingga akhir. Borneo FC sempat mengejutkan saya dengan konsistensi mereka di awal musim, namun kini jarak semakin rapat. Bagi kami, yang terpenting adalah terus meraih kemenangan di setiap pertandingan, siapa pun yang mencetak gol tidak masalah, yang utama tim menang,” ujar Bojan Hodak dikutip dari sesi konferensi pers resmi.
Ujian Berikutnya: Menjamu PSM Makassar
Langkah Persib untuk merealisasikan misi kudeta ini akan diuji pada akhir pekan ini. Persib dijadwalkan menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu, 27 Desember 2025, pukul 19.00 WIB.
Laga ini diprediksi tidak akan mudah mengingat PSM Makassar juga membutuhkan poin untuk memperbaiki posisi mereka di papan tengah. Namun, bermain di hadapan pendukung sendiri memberikan motivasi tambahan bagi skuad Maung Bandung untuk menutup tahun 2025 sebagai pemuncak klasemen sementara.
Kesimpulan dan Proyeksi
Persib Bandung kini memegang kendali atas nasib mereka sendiri dalam perburuan gelar juara paruh musim. Dengan selisih hanya tiga poin dan keunggulan head-to-head, tekanan kini bergeser ke kubu Borneo FC yang tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apa pun. Pekan pertandingan mendatang akan menjadi momen krusial yang menentukan apakah takhta klasemen Super League akan berganti pemilik atau tetap bertahan di Samarinda. Bagi Persib, konsistensi performa Ramon Tanque dan solidnya lini pertahanan akan menjadi kunci utama dalam merealisasikan target tersebut.


