Pakar Ungkap 3 Jurusan SMK yang Dinilai Tidak Relevan dengan Dunia Kerja Mulai 2026

BOGOR – Perubahan kebutuhan dunia kerja akibat percepatan digitalisasi, otomasi, dan penggunaan teknologi berbasis data mulai berdampak langsung pada dunia pendidikan vokasi. Sejumlah pakar pendidikan menilai bahwa tidak semua jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih selaras dengan kebutuhan industri ke depan. Mulai 2026, beberapa jurusan disebut berpotensi semakin sulit menyerap lulusan ke dunia kerja apabila tidak dilakukan pembaruan yang signifikan.

Pandangan ini disampaikan oleh pengamat pendidikan dari Perguruan Taman Siswa, Darmaningtyas. Ia menilai bahwa dunia usaha kini semakin selektif dan lebih membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi yang spesifik, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki kemampuan analisis yang baik. Sementara itu, sebagian jurusan SMK masih berfokus pada keterampilan dasar yang kini banyak tergantikan oleh sistem digital.

Menurut Darmaningtyas, ada tiga jurusan SMK yang mulai kehilangan relevansi dengan kebutuhan dunia kerja dan perlu dievaluasi secara serius.

1. Administrasi Perkantoran

Jurusan Administrasi Perkantoran dinilai mulai tertinggal karena sebagian besar kompetensi yang diajarkan telah tergantikan oleh sistem otomatis dan perangkat lunak perkantoran. Proses administrasi, pengarsipan, hingga pengelolaan dokumen kini dilakukan secara digital dan terintegrasi.

Di dunia kerja saat ini, perusahaan tidak lagi membutuhkan tenaga administrasi dengan kemampuan dasar semata. Industri cenderung mencari tenaga kerja yang mampu mengelola sistem digital, memahami alur kerja berbasis teknologi, serta memiliki kemampuan multitasking yang lebih kompleks. Kondisi ini membuat lulusan Administrasi Perkantoran SMK semakin sulit bersaing.

2. Manajemen

Jurusan Manajemen di tingkat SMK juga dinilai kurang relevan dengan kebutuhan industri modern. Bidang manajemen saat ini menuntut kemampuan analisis data, perencanaan strategis, serta pemahaman proses bisnis yang lebih mendalam.

Menurut pakar pendidikan, kompetensi tersebut umumnya diperoleh pada jenjang pendidikan diploma atau sarjana. Akibatnya, lulusan SMK jurusan Manajemen kerap kalah bersaing dengan lulusan pendidikan tinggi yang memiliki pemahaman teori dan praktik manajemen yang lebih luas.

3. Akuntansi SMK

Jurusan Akuntansi di SMK turut masuk dalam daftar yang dinilai mulai kehilangan relevansi. Dunia kerja saat ini menuntut tenaga akuntansi yang menguasai sistem keuangan digital, aplikasi akuntansi modern, serta mampu melakukan analisis laporan keuangan secara komprehensif.

Tanpa pembaruan kurikulum yang mengikuti perkembangan teknologi keuangan, lulusan Akuntansi SMK berisiko tertinggal. Banyak perusahaan lebih memilih lulusan diploma atau sarjana akuntansi yang dianggap memiliki kompetensi lebih lengkap dan siap menghadapi kompleksitas dunia usaha.

Darmaningtyas menegaskan bahwa persoalan utama bukan semata pada keberadaan jurusan-jurusan tersebut, melainkan pada kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Ketika dunia kerja membutuhkan tenaga kerja dengan tingkat keahlian tertentu, lulusan SMK dengan keterampilan yang terlalu umum akan sulit terserap.

Dampak dari kondisi ini cukup signifikan. Lulusan SMK berpotensi menghadapi kesulitan mendapatkan pekerjaan, sekolah bisa mengalami penurunan minat pendaftar, dan dunia industri tetap kekurangan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhannya. Kesenjangan antara pendidikan dan dunia kerja pun semakin lebar jika tidak segera diatasi.

Meski demikian, pakar pendidikan menilai tidak semua jurusan SMK kehilangan relevansinya. Jurusan yang berkaitan dengan sektor agro seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan kelautan justru masih memiliki prospek yang kuat. Sektor-sektor tersebut dinilai tetap membutuhkan tenaga kerja terampil untuk mendukung ketahanan pangan dan perekonomian nasional.

Ke depan, pendidikan SMK dituntut untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jurusan dan kurikulumnya. Integrasi teknologi, penguatan keterampilan praktis, serta kerja sama yang lebih erat dengan dunia industri menjadi kunci agar lulusan SMK tetap relevan dan memiliki daya saing.

Transformasi ini dinilai penting agar SMK kembali berfungsi sebagai jalur pendidikan yang benar-benar menyiapkan lulusan siap kerja, sesuai dengan kebutuhan dunia usaha yang terus berubah.

Orang dengan IQ Tinggi Sering Memiliki 7 Kebiasaan “Aneh”, Ini Penjelasan PsikologisnyaDiriPendidikan

Orang dengan IQ Tinggi Sering Memiliki 7 Kebiasaan “Aneh”, Ini Penjelasan Psikologisnya

Keunal AdminDecember 26, 2025
Sebelum Film Mulai, Bioskop Putar Video Presiden Prabowo! Ini PenjelasannyaBerita

Sebelum Film Mulai, Bioskop Putar Video Presiden Prabowo! Ini Penjelasannya

Keunal AdminSeptember 24, 2025
IHSG Lanjutkan Tren Positif Pagi Ini, Saham GOTO, EXCL, dan BUMI Jadi Motor Penggerak LQ45BeritaFinansial

IHSG Lanjutkan Tren Positif Pagi Ini, Saham GOTO, EXCL, dan BUMI Jadi Motor Penggerak LQ45

Muhamad JuwandiDecember 9, 2025