Bobibos Siap Diuji: Pakai Mobil Baru 24 Jam Non-Stop, Langsung Bongkar Mesin untuk Pembuktian
Sumber Foto : © ilhamkarim/kompas.com

BOGOR – Pengembang bahan bakar alternatif asal Indonesia, Bobibos, baru saja membuat pernyataan yang mengejutkan. Produsen bahan bakar yang terbuat dari olahan limbah jerami ini menantang pihak mana pun untuk menguji kualitas produk mereka secara terbuka. Tidak tanggung-tanggung, mereka siap jika produknya dites menggunakan mobil yang benar-benar baru selama 24 jam penuh, lalu mesinnya langsung dibongkar saat itu juga.

Langkah berani ini dilakukan untuk membuktikan bahwa bahan bakar buatan mereka aman digunakan pada kendaraan modern, sekaligus menjawab keraguan masyarakat mengenai keamanan bahan bakar non-fosil.

Tantangan Terbuka: Mobil Baru dan Mesin Dibongkar

Pihak Bobibos menyampaikan tantangan ini pada Selasa (18/11/2025). Ikhlas, perwakilan dari Bobibos, menegaskan bahwa mereka tidak takut jika pengujian dilakukan secara ketat. Mereka mempersilakan pihak independen untuk menggunakan dua unit mobil baru—satu bermesin bensin dan satu diesel—untuk membuktikan klaim mereka.

Cara pengujiannya pun dibuat sangat transparan:

  1. Mobil baru diisi bahan bakar Bobibos.
  2. Mobil dikendarai selama 24 jam tanpa henti.
  3. Setelah selesai, mesin mobil langsung dibongkar di lokasi untuk melihat kondisi komponen dalamnya.

“Silakan kalau ada yang mau uji. Kita siap. Mobilnya baru, ada bensin dan diesel. Diuji 24 jam, habis itu mesin dibongkar untuk dilihat kondisinya,” kata Ikhlas.

Kualitas Tinggi: Oktan 98 dan Mesin Lebih Bersih

Kepercayaan diri Bobibos ini didasari oleh hasil pengujian yang menjanjikan. Berdasarkan data dari laboratorium LEMIGAS, bahan bakar Bobibos memiliki nilai oktan (RON) mencapai 98,1. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan bahan bakar subsidi yang biasa dijual di SPBU.

Dalam uji coba awal, penggunaan Bobibos membuat tarikan mesin terasa lebih ringan dan bertenaga, baik di jalan datar maupun tanjakan. Selain itu, tidak terdengar suara mesin “ngelitik” yang biasanya muncul jika menggunakan bensin berkualitas rendah. Kelebihan lainnya adalah hasil pembakaran yang sangat bersih dan hampir tidak mengeluarkan asap, sehingga lebih ramah lingkungan.

Menunggu Aturan Pemerintah

Meski kualitasnya sudah terbukti secara teknis, Bobibos belum bisa dijual bebas ke masyarakat. Saat ini, mereka masih menunggu aturan resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Masalah utamanya adalah kategori produk. Bobibos termasuk jenis Energi Baru Terbarukan (biofuel/biogas), bukan minyak bumi biasa. Sayangnya, aturan pemerintah yang ada saat ini belum memiliki standar khusus untuk parameter bahan bakar jenis ini. Pihak Bobibos berharap pemerintah segera menerbitkan aturan tersebut agar produk ini bisa segera dinikmati masyarakat.

Rencana Uji Coba Besar Tahun Depan

Sambil menunggu izin, Bobibos tetap bergerak maju. Mereka telah menjadwalkan acara uji coba publik yang lebih besar pada Februari 2026 di Jonggol, Jawa Barat. Acara ini nantinya akan menjadi ajang pembuktian langsung di hadapan masyarakat luas.

Jika inovasi ini berhasil lolos uji dan mendapatkan izin, Indonesia bisa memiliki alternatif bahan bakar yang tidak hanya murah dan berkualitas tinggi, tetapi juga membantu mengurangi limbah jerami pertanian.

Apakah air laut aman untuk diminum?, Cek Fakta ilmiahnya disini!Pendidikan

Apakah air laut aman untuk diminum?, Cek Fakta ilmiahnya disini!

Muhamad JuwandiDecember 19, 2025
Waspada! Microsoft Konfirmasi Serangkaian Bug Windows 11: Layar Merah, Lag Aplikasi, dan Masalah AutentikasiTeknologi

Waspada! Microsoft Konfirmasi Serangkaian Bug Windows 11: Layar Merah, Lag Aplikasi, dan Masalah Autentikasi

Keunal AdminNovember 7, 2025
China Ikut Indonesia, Seluruh Dunia Tolak Diganti Total: Implikasi Regulasi AI GlobalBeritaTeknologi

China Ikut Indonesia, Seluruh Dunia Tolak Diganti Total: Implikasi Regulasi AI Global

Muhamad JuwandiDecember 31, 2025