China Operasikan Pembangkit Listrik "Menara Surya" Raksasa, Pasok Energi Bersih untuk 200.000 Rumah

BOGOR – China kembali mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin transisi energi global dengan pengoperasian penuh pembangkit listrik tenaga surya termal (Concentrated Solar Power/CSP) berteknologi mutakhir di Gurun Gobi. Proyek yang berlokasi di Kabupaten Guazhou, Provinsi Gansu ini menggunakan teknologi menara garam leleh (molten salt tower) yang mampu menyimpan panas matahari, memungkinkan produksi listrik terus berjalan selama 24 jam penuh, bahkan saat malam hari.

Pembangkit ini menjadi sorotan dunia karena desain inovatifnya yang diklaim mampu menyuplai kebutuhan listrik bagi sekitar 170.000 hingga 200.000 rumah tangga setiap tahunnya, sekaligus mengurangi emisi karbon secara drastis.

Terobosan Teknologi: Dua Menara, Satu Turbin

Berbeda dengan panel surya biasa yang mengubah cahaya langsung menjadi listrik, fasilitas ini menggunakan ribuan cermin pelacak matahari (heliostat) untuk memantulkan sinar matahari ke titik pusat di puncak menara.

Dalam pembaruan terkininya, proyek yang dikembangkan oleh China Three Gorges Corporation ini menerapkan konfigurasi “Menara Ganda” pertama di dunia. Sekitar 27.000 hingga 30.000 cermin heliostat ditempatkan mengelilingi dua menara setinggi 200 meter. Cermin-cermin ini diprogram dengan presisi tinggi untuk mengikuti pergerakan matahari dari terbit hingga terbenam.

“Sistem ini memungkinkan satu menara menangkap cahaya pagi secara optimal, sementara menara lainnya memaksimalkan cahaya sore. Konfigurasi ini meningkatkan efisiensi pengumpulan panas hingga 24% dibandingkan sistem satu menara konvensional,” tulis laporan dari Global 100 RE.

Cara Kerja: Menyimpan Matahari dalam Garam

Keunggulan utama teknologi ini terletak pada media penyimpanannya, yaitu garam leleh (molten salt). Sinar matahari yang dipusatkan akan memanaskan cairan garam hingga suhu mencapai 600 derajat Celcius.

Panas yang tersimpan dalam garam cair ini kemudian digunakan untuk mengubah air menjadi uap bertekanan tinggi, yang selanjutnya memutar turbin generator listrik. Mekanisme ini bertindak seperti “baterai panas” raksasa, memungkinkan pembangkit untuk tetap memproduksi listrik stabil di malam hari atau saat cuaca berawan, mengatasi kelemahan utama energi surya konvensional.

Dampak Masif bagi Lingkungan dan Energi

Pengoperasian fasilitas ini memberikan dampak signifikan bagi sektor energi dan lingkungan di China:

  • Pasokan Listrik Stabil: Dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 1,8 miliar kWh (sebagai bagian dari basis energi terbarukan yang lebih luas), pembangkit ini menjadi tulang punggung stabilitas jaringan listrik di wilayah barat laut China.
  • Pengurangan Emisi: Proyek ini diperkirakan mampu memangkas emisi karbon dioksida (CO2) sebesar 1,53 juta ton per tahun, setara dengan manfaat lingkungan dari reboisasi ribuan hektar hutan.
  • Kemandirian Energi: Pemanfaatan lahan tandus di Gurun Gobi mengubah wilayah yang sebelumnya tidak produktif menjadi lumbung energi nasional.

Peta Jalan Energi Hijau China

Proyek di Guazhou ini merupakan bagian dari strategi besar China dalam membangun basis energi angin dan surya raksasa di wilayah gurun. Dalam dokumen Review and Outlook 2025, teknologi CSP ditetapkan sebagai komponen vital untuk menyeimbangkan jaringan listrik (grid balancing) karena sifatnya yang dapat diandalkan (dispatchable), berbeda dengan angin atau surya PV yang fluktuatif.

Keberhasilan operasional menara penyerap panas ini menjadi bukti bahwa teknologi energi terbarukan kini tidak hanya sekadar alternatif, melainkan solusi utama yang mampu bersaing secara skala dan keandalan dengan pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

Masa Depan Cerah Energi Terbarukan

Dengan rampungnya proyek ini, China diperkirakan akan terus mereplikasi model teknologi “Menara Ganda” ke wilayah gurun lainnya. Langkah ini tidak hanya mempercepat target netralitas karbon China pada 2060, tetapi juga menekan biaya teknologi CSP secara global, sehingga lebih terjangkau bagi negara-negara berkembang lainnya, termasuk Indonesia, yang memiliki potensi sinar matahari melimpah.

Jepang Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 6,7, Potensi Tsunami Membayangi Wilayah Timur LautBerita

Jepang Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 6,7, Potensi Tsunami Membayangi Wilayah Timur Laut

Keunal AdminDecember 12, 2025
Dikala Hidup Susah, Tetap Bersedekah: Menggali Makna Keberkahan Menurut Buya YahyaIbadah

Dikala Hidup Susah, Tetap Bersedekah: Menggali Makna Keberkahan Menurut Buya Yahya

Keunal AdminOctober 17, 2025
ChatGPT-5.2 Resmi Dirilis: Inilah Biaya, Cara Penggunaan, dan Perbandingannya dengan Google Gemini 3!BeritaTeknologi

ChatGPT-5.2 Resmi Dirilis: Inilah Biaya, Cara Penggunaan, dan Perbandingannya dengan Google Gemini 3!

Muhamad JuwandiDecember 12, 2025