Google Translate Kini Dukung Terjemahan Percakapan Langsung di Semua Jenis Headphone

BOGOR  – Google kembali memperbarui layanan penerjemahannya, Google Translate, dengan fitur yang memperluas aksesibilitas bagi pengguna perangkat audio. Dalam pembaruan terkininya, fitur penerjemahan percakapan secara langsung atau live conversation kini dapat digunakan pada semua jenis headphone, headset, dan TWS (True Wireless Stereo), tidak lagi terbatas pada perangkat Google Pixel Buds saja.

Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis Google untuk mempermudah komunikasi lintas bahasa tanpa mengharuskan pengguna membeli perangkat keras tertentu. Pembaruan ini sudah mulai digulirkan untuk pengguna Android dan iOS secara bertahap mulai pekan ini.

Perluasan Aksesibilitas Fitur “Listening Mode”

Sebelumnya, fitur penerjemahan real-time yang langsung masuk ke telinga pengguna merupakan fitur eksklusif yang menjadi nilai jual utama seri Google Pixel Buds. Namun, berdasarkan laporan terbaru dan pembaruan aplikasi, Google telah membuka API (Application Programming Interface) audio tersebut agar kompatibel dengan perangkat pihak ketiga seperti Sony, Bose, Apple AirPods, hingga perangkat audio entry-level sekalipun.

Dalam mode ini, pengguna cukup mengaktifkan fitur “Listening Mode” atau “Mode Mendengarkan” pada aplikasi Google Translate. Aplikasi akan menangkap suara lawan bicara melalui mikrofon ponsel, memproses bahasa tersebut, dan mengirimkan hasil terjemahan suara langsung ke headphone pengguna dengan latensi yang sangat minim.

Cara Kerja dan Dukungan Bahasa

Secara teknis, pembaruan ini memanfaatkan koneksi Bluetooth standar tanpa memerlukan protokol khusus. Pengguna hanya perlu memastikan perangkat headphone mereka terhubung ke ponsel dan aplikasi Google Translate telah diperbarui ke versi paling anyar.

Hingga saat ini, fitur tersebut mendukung lebih dari 100 bahasa untuk input teks, namun untuk mode percakapan langsung via audio, Google mengoptimalkannya pada sekitar 40 bahasa populer, termasuk Bahasa Inggris, Jepang, Mandarin, Spanyol, dan Bahasa Indonesia.

Mengutip dari rilis resmi di blog Google (The Keyword), tim pengembang menyatakan:

“Tujuan kami adalah membuat teknologi yang membantu pengguna terhubung satu sama lain tanpa hambatan perangkat. Dengan membuka dukungan ke semua perangkat audio Bluetooth, kami berharap hambatan bahasa saat bepergian atau konferensi bisnis dapat diminimalisir secara signifikan.”

Dampak Bagi Pengguna dan Sektor Pariwisata

Pembaruan ini memberikan dampak langsung bagi berbagai kalangan, khususnya pelancong dan pelajar internasional. Pengguna tidak lagi perlu menyodorkan ponsel mereka kepada lawan bicara untuk membaca hasil terjemahan. Komunikasi dapat berjalan lebih natural karena pengguna tetap bisa menjaga kontak mata sambil mendengarkan terjemahan melalui earphone mereka.

Bagi sektor pariwisata, fitur ini memudahkan interaksi antara turis dan warga lokal. Pemandu wisata atau staf hotel dapat berkomunikasi dengan tamu asing secara lebih efisien tanpa bergantung pada perangkat penerjemah khusus yang biasanya berharga mahal.

Latar Belakang Pengembangan AI Google

Peningkatan kemampuan Google Translate ini tidak lepas dari integrasi kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif dikembangkan oleh perusahaan. Model bahasa besar (LLM) yang digunakan Google memungkinkan pemrosesan konteks kalimat yang lebih akurat dan cepat, sehingga terjemahan yang dihasilkan terdengar lebih luwes dan tidak kaku seperti mesin penerjemah generasi lama.

Kompetisi di sektor penerjemahan berbasis AI memang sedang ketat. Langkah Google membuka fitur ini untuk semua perangkat audio dilihat sebagai respons terhadap banyaknya aplikasi pihak ketiga yang menawarkan fitur serupa, namun seringkali berbayar atau membebankan biaya berlangganan.

Masa Depan Komunikasi Lintas Bahasa

Dengan dibukanya akses fitur terjemahan langsung ke semua perangkat audio, Google telah menurunkan batasan teknologi bagi masyarakat umum. Ke depannya, interaksi lintas bahasa diprediksi akan semakin cair. Tantangan selanjutnya bagi Google adalah memastikan akurasi terjemahan tetap terjaga di lingkungan yang bising dan memperluas dukungan bahasa daerah yang lebih spesifik.

Masyarakat kini dapat menikmati teknologi yang sebelumnya eksklusif, menjadikan setiap headphone yang mereka miliki sebagai alat penerjemah pribadi yang andal.

PSSI Resmi Pecat Patrick Kluivert: Analisis Singkat dan Arah Baru Timnas IndonesiaBeritaOlahraga

PSSI Resmi Pecat Patrick Kluivert: Analisis Singkat dan Arah Baru Timnas Indonesia

Keunal AdminOctober 16, 2025
VPN vs Incognito Mode: Mana yang Sebenarnya Paling Ampuh Lindungi Privasi Anda?Teknologi

VPN vs Incognito Mode: Mana yang Sebenarnya Paling Ampuh Lindungi Privasi Anda?

Keunal AdminNovember 17, 2025
Mauricio Souza Ungkap 2 Penyebab Utama Persija Tumbang di Kandang Persib: Kesalahan Individu Jadi SorotanOlahragaBerita

Mauricio Souza Ungkap 2 Penyebab Utama Persija Tumbang di Kandang Persib: Kesalahan Individu Jadi Sorotan

Keunal AdminJanuary 12, 2026