Hormuz Memanas, Gas Eropa Melonjak 80 Persen dan Beban APBN RI Mengintai

BOGOR – Penutupan Selat Hormuz oleh Iran memicu guncangan hebat pada pasar energi dunia dalam sepekan terakhir. Harga gas alam di Eropa tercatat melambung hingga 80 persen, sementara di dalam negeri, pemerintah mulai mewaspadai risiko pembengkakan subsidi energi pada APBN 2026 akibat lonjakan harga minyak mentah dan pelemahan nilai tukar Rupiah.

Ketegangan ini bermula pascaserangan udara militer Amerika Serikat dan Israel ke wilayah kedaulatan Iran pada Sabtu (28/2). Sebagai bentuk balasan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) segera menutup total akses navigasi di Selat Hormuz, jalur yang memfasilitasi transit bagi sekitar 21 persen pasokan minyak dunia dan 20 persen perdagangan gas alam cair (LNG) global.

Blokade Hormuz dan Lumpuhnya Jalur Energi Dunia

Blokade di Selat Hormuz secara efektif menghentikan aliran energi dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar. Data pelacakan kapal menunjukkan sekitar 150 kapal tanker kini tertahan di pintu masuk Teluk Persia karena tidak adanya jaminan keamanan.

Perusahaan logistik besar seperti Maersk dan Hapag-Lloyd telah menangguhkan seluruh rute melalui selat tersebut dan mengalihkannya memutari Tanjung Harapan, Afrika Selatan. Pengalihan rute ini menyebabkan waktu pengiriman bertambah hingga 21 hari, yang secara otomatis meningkatkan biaya logistik global hingga 30 persen secara kumulatif.

Krisis Gas di Eropa Makin Meruncing

Pasar gas Eropa menjadi wilayah yang paling terdampak secara akut. Harga gas alam di hub TTF Belanda melonjak 80 persen mencerminkan kepanikan pasar setelah fasilitas LNG QatarEnergy di Ras Laffan terhenti akibat serangan pesawat nirawak. Qatar sendiri memasok sekitar 15 persen kebutuhan LNG Uni Eropa, sehingga gangguan ini menciptakan defisit pasokan yang masif.

Kondisi di benua biru semakin mengkhawatirkan karena tingkat penyimpanan gas Uni Eropa saat ini berada di bawah 31 persen, jauh lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu. Di beberapa negara seperti Belanda, cadangan bahkan merosot hingga level kritis 10,7 persen. Jika blokade berlangsung lebih dari satu bulan, Goldman Sachs memprediksi harga gas di Eropa bisa meningkat lebih dari dua kali lipat dari harga saat ini.

Rupiah Tertekan dan Bayang-bayang Defisit Anggaran

Di pasar domestik, ketidakpastian geopolitik mendorong investor untuk menarik modal dari negara berkembang guna mencari aset aman. Hal ini memberikan tekanan besar pada nilai tukar Rupiah yang sempat mendekati level Rp 17.000 per dolar AS.

Anggota Komisi XI DPR RI, Habib Idrus Salim Aljufri, menekankan bahwa stabilitas APBN 2026 kini berada dalam posisi sensitif. Pemerintah menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar USD 70 per barel dalam anggaran tahun ini. Namun, dengan harga minyak dunia yang kini bergerak menuju rentang USD 85 hingga USD 100 per barel, beban subsidi energi dipastikan akan membengkak.

“Setiap kenaikan harga minyak sebesar 1 dolar di atas asumsi APBN berpotensi meningkatkan defisit anggaran hingga Rp 6,8 triliun. Selain itu, pelemahan Rupiah setiap Rp 100 terhadap dolar AS juga menambah beban subsidi sebesar Rp 0,8 triliun,” ujar Idrus dalam keterangan resminya.

Strategi Pengamanan Stok dan Ketahanan Energi Nasional

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa stok BBM nasional saat ini masih dalam level aman untuk 20 hari ke depan. Meski demikian, pemerintah mulai menyiapkan skenario diversifikasi pasokan untuk mengurangi ketergantungan pada kawasan Timur Tengah, termasuk menjajaki peningkatan impor minyak mentah dari Amerika Serikat.

Pemerintah juga mendorong eksportir nasional, khususnya pelaku UMKM, untuk mulai melirik pasar alternatif di Afrika dan Asia Tenggara guna mengisi kekosongan pasokan yang ditinggalkan oleh negara-negara Teluk. Diversifikasi pasar ini dinilai krusial untuk menjaga kinerja ekspor non-migas Indonesia di tengah terganggunya rantai pasok global.

Dalam jangka panjang, situasi di Selat Hormuz ini menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan (EBT). Dengan mengoptimalkan potensi energi dalam negeri, Indonesia diharapkan dapat lebih mandiri dan tidak mudah terpengaruh oleh dinamika geopolitik global yang sulit diprediksi.

Profil Zohran Mamdani, Walikota Termuda dan Muslim Pertama di New YorkBerita

Profil Zohran Mamdani, Walikota Termuda dan Muslim Pertama di New York

Keunal AdminNovember 6, 2025
Waspada! Segera Hapus Jejak Digital Anda Sebelum Menyesal, Begini CaranyaTeknologi

Waspada! Segera Hapus Jejak Digital Anda Sebelum Menyesal, Begini Caranya

Keunal AdminOctober 28, 2025
Telur Rebus Mulus Tanpa Drama: Cara Ampuh Agar Cangkang Langsung LepasKuliner

Telur Rebus Mulus Tanpa Drama: Cara Ampuh Agar Cangkang Langsung Lepas

Keunal AdminDecember 24, 2025

Leave a Reply