Meta Ungkap Tren Media Sosial dan Digital di Tahun 2026, Ini Daftarnya

Bogor – Menjelang tahun 2026, lanskap digital di Indonesia diprediksi akan mengalami pergeseran fundamental yang didorong oleh adopsi kecerdasan buatan (AI) secara massal. Meta, perusahaan induk dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp, baru-baru ini merilis laporan strategis mengenai lima tren utama yang akan membentuk arah bisnis dan perilaku konsumen di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Laporan yang dipaparkan pada Desember 2025 ini menyoroti bagaimana teknologi tidak lagi sekadar alat pendukung, melainkan menjadi infrastruktur utama dalam interaksi sosial dan perdagangan.1

Pieter Lydian, Country Director Meta untuk Indonesia, menegaskan bahwa transformasi digital di tanah air berjalan sangat pesat. Menurutnya, integrasi teknologi seperti AI kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat maupun operasional pelaku bisnis. Hal ini menjadi sinyal kuat bagi perusahaan dan UMKM untuk segera beradaptasi agar tetap relevan di tengah kompetisi yang semakin ketat pada tahun mendatang.3

Otomatisasi AI Menjadi Standar Baru UMKM

Salah satu temuan paling mencolok dari laporan tersebut adalah tingginya tingkat adopsi teknologi di kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia. Data Meta mencatat bahwa per akhir 2025, sebanyak 79 persen UMKM di Indonesia telah memanfaatkan fitur AI dalam platform digital mereka. Penggunaan ini didominasi oleh kebutuhan pemasaran produk baru (65 persen) dan komunikasi dengan pelanggan (61 persen).3

Tren ini menunjukkan bahwa hambatan teknologi bagi pelaku usaha kecil semakin menipis. AI generatif (GenAI) kini dimanfaatkan untuk membuat konten kreatif secara instan hingga merespons pertanyaan konsumen, memungkinkan UMKM beroperasi dengan efisiensi yang setara dengan perusahaan besar. Ke depannya, Meta memproyeksikan otomatisasi ini akan menjadi standar wajib bagi bisnis yang ingin mempertahankan margin keuntungan dan produktivitas.1

Evolusi Pesan Bisnis dan Layanan Pelanggan

Pergeseran perilaku konsumen juga terlihat pada cara mereka berkomunikasi dengan jenama (brand). Aplikasi pesan seperti WhatsApp dan Instagram Direct Message (DM) telah berevolusi menjadi etalase digital utama, menggantikan fungsi situs web tradisional bagi banyak bisnis. Konsumen di tahun 2026 menuntut respons instan dan kemampuan untuk bertransaksi langsung dalam percakapan.5

Sebagai contoh konkret efektivitas tren ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berhasil mengimplementasikan chatbot berbasis WhatsApp untuk melayani kebutuhan informasi publik. Langkah ini dilaporkan mampu meningkatkan produktivitas hingga empat kali lipat, dengan 80 persen pertanyaan masyarakat dapat diselesaikan secara otomatis oleh sistem tanpa intervensi manusia. Hal ini membuktikan bahwa teknologi pesan bisnis (business messaging) yang didukung agen AI mampu memberikan solusi layanan pelanggan yang skalabel dan efisien.3

Transformasi Kreator dan Perdagangan Video

Ekonomi kreator diprediksi akan semakin terintegrasi dengan ekosistem e-commerce. Meta menyoroti kolaborasi strategis antara platform media sosial dan lokapasar (marketplace), seperti fitur afiliasi yang menghubungkan Facebook dengan Shopee. Fitur ini memungkinkan kreator menyematkan tautan produk langsung di dalam konten mereka, memperpendek jarak antara inspirasi dan transaksi pembelian.3

Selain itu, format video pendek dan live commerce akan tetap menjadi “bahasa utama” dalam perdagangan digital. Para pengiklan kini semakin bergantung pada GenAI untuk memproduksi materi iklan video yang variatif dan relevan secara massal. Kemampuan untuk menyajikan konten visual yang imersif dan dapat langsung dibeli (shoppable) akan menjadi kunci utama dalam memenangkan atensi konsumen di layar ponsel.7

Peluang Besar Ekonomi Halal Global

Tren kelima yang tidak kalah penting adalah lonjakan perdagangan lintas batas (cross-border), khususnya di sektor ekonomi halal. Dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi pemain utama dalam pasar halal global yang terus tumbuh.

Momentum ini sejalan dengan regulasi jaminan produk halal di Indonesia yang semakin ketat, di mana kewajiban sertifikasi halal untuk sebagian besar produk barang gunaan akan berlaku penuh mulai Oktober 2026. Kesiapan infrastruktur digital dan kepatuhan terhadap regulasi ini akan membuka pintu ekspor bagi produk fashion, kuliner, dan kosmetik halal Indonesia ke pasar internasional di kawasan Asia Pasifik dan sekitarnya.

Outlook 2026

Secara keseluruhan, tahun 2026 akan menjadi periode di mana batas antara interaksi sosial dan transaksi bisnis semakin kabur. Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Bima Laga, dalam kesempatan terpisah juga menyampaikan optimismenya terhadap pertumbuhan transaksi digital yang didukung oleh kenyamanan konsumen dalam berbelanja daring. Sinergi antara inovasi platform seperti yang dilakukan Meta dan adaptabilitas pelaku usaha lokal akan menjadi penentu utama pertumbuhan ekonomi digital nasional ke depan.

Para pelaku bisnis disarankan untuk tidak lagi melihat digitalisasi sebagai opsi, melainkan keharusan. Investasi pada alat berbasis AI, penguatan saluran komunikasi pesan instan, dan kolaborasi dengan kreator konten adalah langkah strategis yang perlu diambil saat ini untuk memenangkan pasar di tahun 2026.

Google Ubah Jadwal Update Android Jadi Dua Kali Setahun: Strategi Baru Percepat Inovasi EkosistemBeritaTeknologi

Google Ubah Jadwal Update Android Jadi Dua Kali Setahun: Strategi Baru Percepat Inovasi Ekosistem

Muhamad JuwandiDecember 15, 2025
Prabowo Targetkan Reaktivasi dan Pembangunan 12.000 Km Rel Kereta Api untuk Pangkas Biaya LogistikBerita

Prabowo Targetkan Reaktivasi dan Pembangunan 12.000 Km Rel Kereta Api untuk Pangkas Biaya Logistik

Keunal AdminDecember 24, 2025
Demam Hijau Melanda Ibu Kota: JKTGO Siap Gelar Pesta Matcha Terbesar Akhir Agustus IniKulinerBerita

Demam Hijau Melanda Ibu Kota: JKTGO Siap Gelar Pesta Matcha Terbesar Akhir Agustus Ini

Keunal AdminSeptember 25, 2025