Wali Kota Bogor Siapkan Skenario Lalu Lintas Antisipasi Sinkhole di Yasmin

BOGOR – Arus lalu lintas di kawasan utara Kota Bogor mengalami kelumpuhan menyusul amblasnya ruas Jalan KH Sholeh Iskandar pada Jumat siang, 13 Februari 2026. Peristiwa munculnya lubang berukuran besar di dekat pusat perbelanjaan Lotte Mart Yasmin, Kecamatan Tanah Sareal ini, memicu respons darurat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Mengantisipasi melebarnya lubang yang berpotensi menjadi lubang runtuhan atau sinkhole, Wali Kota Bogor bergerak cepat menyusun skenario rekayasa lalu lintas demi melindungi keselamatan ribuan pengguna jalan.

Langkah antisipatif ini dinilai sangat krusial mengingat Jalan Sholeh Iskandar merupakan urat nadi mobilitas warga sekaligus jalur utama distribusi logistik yang menghubungkan Kota Bogor dengan wilayah sekitarnya. Penanganan yang komprehensif sangat mendesak agar roda perekonomian kota tidak terhambat oleh kemacetan yang berkepanjangan.

Kronologi dan Temuan Kerusakan di Lapangan

Peristiwa amblasnya permukaan aspal ini pertama kali menjadi sorotan publik pada pukul 13.45 WIB, ketika sebuah lubang muncul secara tiba-tiba tepat di tengah-tengah median jalan.1 Berdasarkan pantauan petugas di lokasi, lubang tersebut tidak berbentuk bulat, melainkan memanjang dengan kedalaman yang cukup ekstrem, yakni mencapai sekitar tiga meter.

Kondisi fisik di sekitar area amblas terlihat sangat memprihatinkan. Bongkahan material aspal, beton, dan tanah dasar terlihat jelas runtuh ke dasar lubang, menyisakan rongga menganga yang rapuh dan sewaktu-waktu bisa melebar.1 Berdasarkan analisis awal di lapangan, kerusakan struktural ini diduga kuat dipicu oleh masalah teknis pada saluran air bawah tanah. Terdapat indikasi bahwa pipa drainase yang mengalir dari jalan layang Bogor Outer Ring Road (BORR) mengalami pecah atau kebocoran, sehingga aliran airnya secara konstan menggerus lapisan tanah penopang aspal hingga akhirnya ambruk.2

Merespons kondisi darurat tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera turun tangan. Memasuki hari Minggu, 15 Februari 2026, petugas mulai menempatkan satu unit alat berat di lokasi dan memasang pagar seng putih sebagai batas aman area proyek. Sebelumnya, petugas juga telah bertindak cepat menutup permukaan lubang menggunakan terpal tebal berwarna biru untuk mencegah masuknya air hujan yang dapat mempercepat proses pengikisan tanah.

Instruksi Tegas Wali Kota dan Skenario Pengalihan Arus

Melihat tingkat ancaman bahaya yang ditimbulkan di jalur padat merayap tersebut, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengeluarkan instruksi tegas. Ia menyatakan secara langsung bahwa kondisi lubang di perempatan Yasmin sangat rawan dan membahayakan nyawa pengendara jika tidak ditangani dengan prosedur pengamanan yang ketat.3 Meskipun pemeliharaan Jalan Sholeh Iskandar secara regulasi merupakan kewenangan pemerintah pusat, Pemkot Bogor menolak untuk diam dan langsung mengambil alih pengamanan teknis di tingkat daerah.3

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Karena itu, kami menyiapkan skenario pengalihan arus lalu lintas sebagai langkah antisipasi selama proses penanganan berlangsung, maupun jika kondisi lubang semakin membesar,” tegas Dedie Rachim dalam keterangan resminya kepada publik.

Guna meminimalisasi risiko kecelakaan susulan, Satlantas Polresta Bogor Kota bersama Dinas Perhubungan telah merancang rekayasa lalu lintas yang terukur. Petugas memasang pembatas jalan untuk memblokir total area kerusakan. Selama masa perbaikan fisik berlangsung, pihak kepolisian memberlakukan sistem satu lajur bagi kendaraan yang melintas.4 Apabila antrean kendaraan menuju Simpang BORR mengular hingga di luar batas toleransi, petugas di lapangan akan memecah arus lalu lintas dengan mengarahkannya berputar melalui jalur alternatif Kebon Pedes, yang kemudian dapat dilanjutkan menuju rute alternatif Cilebut.4

Dampak Sistemik Terhadap Mobilitas dan Ekonomi Warga

Efek domino dari amblasnya jalan arteri ini langsung dirasakan oleh masyarakat secara luas. Kemacetan parah tidak dapat dihindarkan, menjebak ribuan kendaraan roda dua dan roda empat yang terpaksa berjalan pelan merayap melintasi jalan yang menyempit. Kepadatan volume kendaraan ini diperparah oleh menghilangnya layanan bus angkutan massal Biskita Trans Pakuan, yang kebetulan sedang menghentikan total kegiatan operasionalnya sejak 1 Januari 2026 akibat terkendala perpanjangan kontrak pengadaan jasa dengan kementerian. Hilangnya opsi transportasi umum andalan ini memaksa warga kembali menggunakan kendaraan pribadi, sehingga menambah beban tonase di jalan raya.

Kondisi tata ruang lalu lintas yang semrawut ini memicu reaksi dari berbagai elemen masyarakat. Puncaknya, pada Jumat malam di hari kejadian, kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Kota Bogor turun ke jalan menggelar demonstrasi.5 Mereka menyuarakan keresahan publik terhadap akumulasi permasalahan kota, mulai dari kemacetan infrastruktur, penataan kawasan, hingga masalah lapangan kerja.5

Dari sisi legislatif, jajaran anggota DPRD Kota Bogor turut menyuarakan urgensi percepatan perbaikan jalan.6 Legislator mengingatkan bahwa Jalan Sholeh Iskandar adalah jalur esensial yang memfasilitasi pergerakan pekerja komuter menuju ibu kota serta merupakan jalur utama distribusi barang niaga.6 Apabila perbaikan lamban dilakukan, kemacetan ini dipastikan akan memicu hambatan operasional dan kerugian ekonomi yang masif bagi para pelaku usaha kecil maupun menengah.

Mengawal Percepatan Pemulihan Infrastruktur

Insiden amblasnya jalan di kawasan Yasmin ini menjadi tolok ukur nyata kesigapan kolaborasi antarinstansi di Kota Bogor. Intervensi cepat yang ditunjukkan oleh jajaran Pemkot Bogor dan aparat penegak hukum dalam mengamankan area sinkhole terbukti krusial dalam mencegah jatuhnya korban jiwa di jalur lalu lintas bertonase tinggi tersebut.

Kini, fokus pengawasan publik bertumpu penuh pada kinerja teknis otoritas jalan. Percepatan rehabilitasi struktural harus dipastikan berjalan sesuai standar kelayakan agar tidak hanya bersifat tambal sulam di permukaan, melainkan benar-benar menyelesaikan akar masalah pada fondasi dan sistem drainase bawah tanah. Penyelesaian perbaikan jalan yang tepat waktu merupakan kunci utama untuk memulihkan kembali denyut nadi perekonomian, memperlancar rantai distribusi pasokan logistik, dan mengembalikan kenyamanan mobilitas harian warga Kota Bogor.

Tom Haye Resmi Gabung Persib! Kontrak 2 TahunBeritaOlahraga

Tom Haye Resmi Gabung Persib! Kontrak 2 Tahun

Keunal AdminSeptember 25, 2025
Fenomena Langka, Gerhana Bulan Total Akan Hiasi Langit Indonesia 7-8 September 2025, Simak Jadwal Lengkap dan Cara Menyaksikannya di Seluruh Wilayah.Berita

Fenomena Langka, Gerhana Bulan Total Akan Hiasi Langit Indonesia 7-8 September 2025, Simak Jadwal Lengkap dan Cara Menyaksikannya di Seluruh Wilayah.

Keunal AdminSeptember 25, 2025
Profil Zohran Mamdani, Walikota Termuda dan Muslim Pertama di New YorkBerita

Profil Zohran Mamdani, Walikota Termuda dan Muslim Pertama di New York

Keunal AdminNovember 6, 2025

Leave a Reply