Mengulas Gaya Hidup Hemat Warren Buffett: 5 Kebiasaan Sederhana di Balik Kekayaan Fantastis
© AFP PHOTO/PAUL MORIGI

BOGOR Warren Buffett, CEO Berkshire Hathaway, merupakan salah satu investor paling berpengaruh sepanjang sejarah. Dengan estimasi kekayaan bersih lebih dari US$148 miliar (sekitar Rp2.300 triliun) pada 2025, banyak orang membayangkan hidupnya penuh kemewahan. Kenyataannya justru sebaliknya.

Investor yang dijuluki Oracle of Omaha ini dikenal menjalani kehidupan yang sangat sederhana. Di tengah tekanan ekonomi global dan inflasi yang masih membayangi banyak negara, prinsip hidup hemat (frugal living) yang ia terapkan menjadi semakin relevan. Buffett menunjukkan bahwa kekayaan bukan soal seberapa besar pendapatan, melainkan bagaimana cara mengelolanya dengan bijak.

Berikut lima kebiasaan hidup hemat Warren Buffett yang bisa menjadi inspirasi pengelolaan keuangan, khususnya bagi masyarakat Indonesia.

1. Tetap Tinggal di Rumah Lama Sejak 1958

Alih-alih memiliki deretan properti mewah, Buffett masih tinggal di rumah yang sama di Omaha, Nebraska, yang ia beli pada 1958. Rumah lima kamar tidur tersebut dibeli seharga US$31.500 dan kini nilainya diperkirakan mencapai US$1,4 juta.

Meski mampu membeli hunian paling eksklusif di dunia, Buffett merasa rumah itu sudah memenuhi seluruh kebutuhannya. Ia bahkan menyebutnya sebagai salah satu investasi terbaik yang pernah ia lakukan—nyaman, fungsional, dan cukup untuk keluarganya.

2. Memilih Mobil karena Fungsi, Bukan Status

Dalam urusan kendaraan, Buffett tidak tertarik pada mobil mewah atau supercar. Ia diketahui menggunakan Cadillac XTS 2014 yang dibelinya dengan harga lebih murah karena memiliki kerusakan akibat hujan es.

Ia hanya mengemudi sekitar 3.500 mil per tahun, sehingga menurutnya mengganti mobil secara rutin tidak masuk akal. Bagi Buffett, mobil hanyalah alat transportasi, bukan simbol gengsi. Bahkan, mobil lamanya baru diganti setelah keluarganya menekankan faktor keamanan.

3. Sarapan Murah di McDonald’s

Kebiasaan sarapan Buffett sudah menjadi cerita legendaris. Setiap pagi, dalam perjalanan ke kantor, ia mampir ke McDonald’s. Menariknya, menu yang dipilih sering kali disesuaikan dengan kondisi pasar saham.

Saat pasar melemah, ia memilih menu paling murah. Ketika pasar stabil, pilihannya sedikit lebih mahal. Filosofi di balik kebiasaan ini bukan soal pelit, melainkan disiplin dalam menjaga pengeluaran harian agar tidak membengkak seiring bertambahnya kekayaan.

4. Hobi Sederhana yang Tidak Mahal

Berbeda dengan banyak miliarder lain yang memiliki hobi mahal, Buffett justru menghabiskan waktu luangnya dengan bermain Bridge, membaca laporan keuangan, dan mengikuti berita.

Ia bisa menghabiskan berjam-jam bermain Bridge, termasuk bersama tokoh terkenal seperti Bill Gates. Aktivitas-aktivitas ini nyaris tidak membutuhkan biaya besar dan bahkan mendukung ketajaman analisisnya sebagai investor.

5. Menjauhi Utang Konsumtif dan Kartu Kredit

Buffett kerap mengingatkan bahaya membeli barang yang tidak dibutuhkan. Ia sangat menyarankan untuk menghindari kartu kredit jika tidak mampu melunasi tagihan secara penuh setiap bulan, mengingat tingginya bunga yang dapat menggerus kekayaan.

Baginya, utang seharusnya hanya digunakan untuk aset produktif yang berpotensi meningkatkan nilai di masa depan, bukan untuk memenuhi keinginan sesaat.

Pandangan ke Depan

Kisah Warren Buffett membuktikan bahwa hidup hemat bukan berarti hidup serba kekurangan, melainkan tentang pengeluaran yang sadar dan terkontrol. Dengan memprioritaskan nilai guna dibanding gengsi, seseorang dapat membangun fondasi keuangan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Di tengah ketidakpastian ekonomi ke depan, pola pikir seperti Buffett—yang menempatkan fungsi di atas citra—dapat menjadi strategi perlindungan finansial yang efektif bagi siapa pun, dari mahasiswa hingga profesional.

Profil Zohran Mamdani, Walikota Termuda dan Muslim Pertama di New YorkBerita

Profil Zohran Mamdani, Walikota Termuda dan Muslim Pertama di New York

Keunal AdminNovember 6, 2025
Masa Depan Data Science: 5 Kunci Mengembangkan Karier di Tengah Gelombang AIPendidikanTeknologi

Masa Depan Data Science: 5 Kunci Mengembangkan Karier di Tengah Gelombang AI

Muhamad JuwandiFebruary 5, 2026
5 Aturan Penting Menggunakan Earphone saat Jogging demi Keselamatan dan KesehatanSehatDiri

5 Aturan Penting Menggunakan Earphone saat Jogging demi Keselamatan dan Kesehatan

Keunal AdminDecember 4, 2025