
Di era serba digital, gadget sudah jadi bagian hidup anak. Banyak manfaatnya—bisa belajar, eksplorasi, sampai hiburan. Tapi tanpa pengawasan, gadget bisa bikin anak kecanduan, kurang interaksi sosial, dan terpapar konten negatif.
Gadget: Antara Manfaat dan Risiko bagi Anak
Bagi anak-anak, gadget tidak hanya menjadi alat bermain, tetapi juga sarana belajar. Banyak aplikasi edukatif yang membantu meningkatkan kreativitas, kemampuan kognitif, hingga literasi digital sejak dini. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat menimbulkan beberapa risiko, seperti: Ketergantungan gadget (screen addiction), menurunnya kemampuan sosial, gangguan kesehatan, paparan konten negatif dan resiko lainnya.

Tantangan Orang Tua di Zaman Now
Orang tua menghadapi berbagai tantangan dalam mendampingi anak menggunakan gadget. Pertama, banyak orang tua kesulitan membatasi waktu layar anak karena gadget sering menjadi hiburan utama sekaligus “pengganti pengawasan.” Kedua, orang tua perlu menjadi teladan digital karena anak meniru kebiasaan orang dewasa dalam menggunakan teknologi. Ketiga, orang tua harus menjaga keseimbangan antara penggunaan gadget dan interaksi emosional, karena perhatian dan kasih sayang tidak bisa digantikan teknologi. Keempat, literasi digital orang tua harus ditingkatkan agar mampu memahami dan mengawasi aktivitas anak di dunia maya dengan tepat.
Pendidikan Moral sejak Dini dengan menerapkan nilai nilai Pancasila.
Peran orang tua sangat erat kaitannya dengan Pancasila. Keluarga adalah tempat pertama dan utama bagi anak mempelajari nilai moral, etika, dan kebangsaan. Dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini, orang tua membantu membentuk generasi yang berakhlak baik, menghargai sesama, cinta persatuan, berpikir demokratis, dan memiliki rasa keadilan.
Pada akhirnya, keseimbangan antara gadget dan kasih sayang orang tua menjadi kunci agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara sehat, aman, dan tetap berkembang sebagai pribadi yang utuh dan berkarakter. Selain itu, penerapan nilai-nilai Pancasila dalam keluarga menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter anak. Melalui pendidikan moral sejak dini—mulai dari nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, hingga keadilan—anak dibimbing agar tumbuh sebagai generasi yang berakhlak, bermoral, dan bertanggung jawab.


