
Keunal – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Pemerintah menargetkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sejalan dengan upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Selain defisit yang terkendali, rasio utang pemerintah juga diperkirakan tetap berada di kisaran 40 persen terhadap PDB, sehingga dinilai masih berada pada tingkat yang aman dan mendukung keberlanjutan fiskal.
Pemerintah Jaga Disiplin Fiskal
Purbaya mengatakan pemerintah terus menjaga disiplin fiskal agar APBN tetap sehat meskipun dihadapkan pada berbagai kebutuhan pembiayaan. Defisit anggaran diperkirakan masih berada di bawah batas maksimal 3 persen terhadap PDB yang selama ini menjadi acuan dalam pengelolaan fiskal nasional.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pemerintah tetap mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan belanja negara dan kemampuan pembiayaan. Pada tahun sebelumnya, defisit APBN tercatat sekitar 2,81 persen terhadap PDB dan diperkirakan tidak mengalami kenaikan yang signifikan pada tahun ini.
Selain menjaga defisit, pemerintah juga terus mengawasi perkembangan rasio utang agar tetap berada pada level yang terkendali. Dengan rasio sekitar 40 persen terhadap PDB, posisi utang Indonesia dinilai masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain.
Fundamental Ekonomi Dinilai Tetap Solid
Pemerintah menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih didukung oleh sejumlah indikator makro yang relatif stabil. Inflasi disebut masih berada dalam kisaran yang terkendali, sementara aktivitas ekonomi domestik terus berjalan.
Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat terjadi dinilai lebih dipengaruhi oleh dinamika pasar keuangan global dibandingkan memburuknya kondisi ekonomi nasional. Karena itu, pemerintah meminta masyarakat tidak berlebihan dalam menyikapi pergerakan pasar yang bersifat sementara.
Purbaya juga menekankan bahwa Indonesia tidak sedang menghadapi krisis ekonomi. Meski berbagai tantangan masih ada, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi tetap dapat dijaga melalui koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.
Program Prioritas Tetap Berjalan
Sejumlah program prioritas pemerintah tetap menjadi bagian dari perencanaan APBN. Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih disebut telah diperhitungkan dalam penyusunan anggaran negara.
Pemerintah memastikan pelaksanaan program tersebut akan terus dievaluasi agar berjalan secara efektif dan tidak mengganggu kesehatan fiskal. Efisiensi belanja dan penguatan tata kelola menjadi bagian dari strategi untuk menjaga keseimbangan anggaran.
Di sisi lain, reformasi di lingkungan Kementerian Keuangan juga terus dilakukan, termasuk memperkuat pengawasan di sektor perpajakan dan kepabeanan guna meningkatkan penerimaan negara.
Koordinasi Terus Diperkuat
Pemerintah bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus melakukan koordinasi untuk memantau perkembangan ekonomi global maupun domestik. Langkah tersebut dilakukan agar respons kebijakan dapat diambil secara cepat apabila terjadi perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi.
Pemerintah juga menyatakan akan terus memperbaiki berbagai aspek yang masih memerlukan pembenahan. Evaluasi terhadap kebijakan fiskal maupun pelaksanaan program prioritas akan dilakukan secara berkala untuk memastikan APBN tetap sehat dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi.
Dengan defisit yang diproyeksikan tetap berada di bawah 3 persen serta berbagai indikator ekonomi yang masih terjaga, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia memiliki daya tahan yang cukup kuat dalam menghadapi ketidakpastian global.


